Ikutilah !!!

.

Telah Terbit !!!


Judul: Ithaf al-Muttaqin fi as-Sir wa al-‘Alan bi Hal Alfazh Hizb Nahdhah al-Wathan.
Pengantar: Mursyid Thariqah Shiddiqiyah Darqawiyah Syadzuliyah & Ketum OIAA Cab. Indonesia.
Penerbit: Turats Ulama Nusantara Demak, 2018.
ISBN: 978-602-60536-8-8.
Distributor: Toko Buku Airlangga Lombok, Toko Jawahir Pancor dan lain-lain.
Deskripsi: Penjelasan kata-perkata atas Hizib Nahdlatul Wathan gubahan TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid.
Karya-karya lainnya…

Kajian Hadits di Islamic Center NTB


TGB & Aziznawadi di Panggung Cak Nun


Penyeru Islam Yang Mudah dan Indah
Oleh: Hamdani Wathoni


Berkeliling berdakwah dan menyapa umat, Ustad Abdul Aziz Sukarnawadi adalah penyeru Islam yang mudah dan indah. Dia berada di garis depan meyakinkan umat, betapa Islam tidaklah menghendaki kesukaran. Bukan agama dengan ritual yang menyiksa. Islam datang membawa kemudahan dan kemaslahatan.

Pernah berdebat tentang apakah mendengarkan musik, juga memainkannya dalam Islam boleh atau tidak? Jika masih gontok-gontokan sampai sekarang, datanglah ke Ustad Abdul Aziz Sukarnawadi, dan bertanyalah padanya. Selengkanya…

Meneruskan Tradisi Penulisan ‘Tsabat’ Ulama Nusantara
Oleh: Farhurrahman Karyadi

Ada satu hal yang menjadi pembeda antara tradisi intelektual pesantren dan pendidikan lainnya, yaitu adanya sanad. Dalam perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauzy, sanad bisa dibilang melampaui linearitas eksatologis pengetahuan Islam yang biasa disebut dengan ‘ilm jally.

Tak hanya itu, Imam Syafi’i pernah berujar bahwa seandainya ilmu tidak dihafal dengan sanad di kitab maka niscaya orang-orang zindiq akan berceramah di atas mimbar. Dan adagium yang cukup masyhur dari Imam Abdullah bin Mubarak menyebutkan, sanad bagian dari agama, seandainya tanpa sanad niscaya orang-orang akan berkata semaunya sendiri (hal.7). Selengkanya…

TGB Sanjung Karya Aziznawadi


PCINU Sudan Gelar Bedah Buku Karya Aziznawadi
Oleh: Mukafi Niam


Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sudan mengadakan acara bedah buku dalam rangka mengisi program kajian mingguan yang diadakan di sekretariat PCINU Sudan pada Senin (30/5/2016).

Acara yang bertemakan “Bedah 7 Buku Karya Dr. H. Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc., M.A.” ini dinarasumberi langsung oleh sang penulis dan dihadiri oleh mahasiswa dan mahasiswi yang sebagian besar berdomisili di wilayah Khartoum.

Narasumber sendiri adalah seorang sosok ulama muda jebolan Universitas al-Azhar yang berasal dari Lombok yang telah banyak mengeluarkan karya tulis dan bukunya sudah banyak beredar di Indonesia. Ia berhasil menyelesaikan program studi S1 dan S2 di Mesir, dan berhasil merampungkan program Doktoralnya di Islamic Omdurman University Sudan. Selengkanya…

Taman Surga di Makam Keramat
Oleh: M. Ichwanul Arifin

Tidak ada yang bisa penulis ucapkan setelah membaca sebuah buku karya Tuan Guru Abdul Aziz Sukarnawadi ini selain dengan dahsyat dan luar biasa. Kata-kata tersebut memang tidak berlebihan dilekatkan pada buku tersebut sebab ketika membacanya dari halaman ke halaman seakan-akan kita diperintah untuk membuang seluruh akal sehat (common sense) dengan berbagai keistimewaan serta kalam-kalam ulama pada buku tersebut.

Kendati Tuan Guru Abdul Aziz lahir dari kandung Nahdlatul Wathan (NW), namun tulisan-tulisannya juga menjadi hujjah bagi kalangan Nahdliyyin (Sebutan untuk warga NU) untuk membela amaliyahnya yang selama ini selalu diserang dan mencoba untuk diluluhlantakkan oleh segelintir masyarakat di luar Ahlussunnah wal Jamaah. Sambutan yang diberikan oleh KH Abdillah As’ad, Direktur Aswaja NU Center Banyuwangi sudah memberi garansi betapa bagus dan direkomendasikan buku tersebut. Selengkanya…

Mengungkap Keagungan dan Kemuliaan Rasulullah
Oleh: M. Ichwanul Arifin

Di zaman yang serba modern ini, segala hal dituntut harus sesuai dengan akal (rasio), sehingga apa-apa yang bertentangan dengan kaidah akal, hukumnya wajib ditolak. Hal ini pula yang melatarbelakangi muncul dan berkembangnya kaum-kaum modernis sebagai bentuk perlawanan dari kaum tradisional yang mereka pandang banyak amaliyah-amaliyahnya bertentangan dengan rasio, sehingga mereka mencap para kaum tradisionalis sebagai kaum yang gandrung pada Takhayyul, Bid’ah dan Churafat (TBC).<> Sehingga gerakan purifikasi mereka adalah “Kembali kepada Al-Qur’an dan al-Hadist”, padahal untuk kembali kepada dua sumber hukum tersebut tidak semudah apa yang mereka gembor-gemborkan. Dibutuhkan berbagai disiplin keilmuan untuk memahami apa yang ada dalam dua sumber tersebut,

Pada kesempatan ini, Abdul Aziz Sukarnawadi menulis sebuah karya yang mengupas tentang keagungan-keagungan yang dimiliki oleh Sayyidina Muhammad, yang selama ini banyak yang tidak diketahui oleh umat Islam pada umumnya. Selengkanya…

Resensi Perisai Ke-Aswaja-an NW
Oleh: Ust. H. Habib Ziadi

Pendiri Nahdlatul Wathan (NW) yaitu Allohu yarham TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai ulama yang konsisten berpegang teguh padafikrah dan  manhaj  Ahlus Sunnah Wal jamaah (ASWAJA) sangat concern dalam mengcounter fikrah sempalan nan menyimpang.

Beberapa fakta tertulis dari pernyataan di atas di antaranya adalah beliau menulis sekaligus merekomendasikan beberapa kitab-kitab penting yang sangat pantas dimiliki oleh murid-murid beliau, pecinta, dan kaum penganut aqidah Aswaja secara umum.

Beliau menulis, “Di antara kitab yang sangat perlu atau penting dimiliki dan dijiwai oleh tiap-tiap muslim yang sayang pada imannya adalah: Selengkanya…