Zakat Seperti Sabun untuk Pembersih Jiwa *

Selain sarat nilai relasi sosial, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang jadi pembersih jiwa pelakunya. Namun saat ini, belum banyak yang merenungi rukun Islam yang dianggap ringan tapi sangat kental nilai spiritual yakni zakat.

Ustaz Abdul Aziz Sukarnawadi menjelaskan, dalam surat asy-Syams ayat 7-10 Allah SWT sudah memberi potensi kefasikan dan ketakwaan pada jiwa manusia. Beruntung mereka yang menyucikan jiwa dan merugi yang mengotorinya.

Takwa, yang jadi tujuan tempaan dalam Ramadhan, bisa diraih dengan penyucian jiwa. Semalam ini cara yang lazim diketahui umat untuk menyucikan jiwa adalah dengan meningkatkan ibadah mahdhah. Belum banyak yang merenungi rukun Islam yang dianggap ringan tapi sangat kental nilai spiritual yakni zakat.

Zakat berarti membersihkan. Zakat selain kental nilai sosial, ia juga sarat nilai menyucian jiwa. ”Bila kita keluarkan zakat, anugerah kita raih berupa pembersihan oleh Rasulullah,” kata Ustaz Abdul Aziz dalam khutbah Jumat 28 Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Jumat (23/6).

Dalam suray at-Taubah ayat 103, Allah memerintahkan Rasulullah mengambil sebagian harta umat Islam sebagai zakat untuk menyucikan umat. Allah meminta Rasulullah untuk mendoakan mereka yang berzakat. ”Zakat adalah seperti sabun yang kita berikan kepada Rasul untuk bersihkan diri kita,” ucap Ustaz Abdul Aziz.

Rasulullah pernah tanya apa yang paling pada sahabat cintai di dunia. Ali menjawab puasa di siang hari, perang dengan pedang melawan musuh Allah, dan memuliakan tamu. Abu Bakar menjawab memandang wajah Rasul, berada di majelis Rasul, dan bersedekah melalui tangan Rasul. Rasulullah lalu mengatakan imam pada sahabat dikalahkan Abu Bakar.

_______________________________________

* Sumber: http://republika.co.id/berita/ramadhan/pesona-khazanah-ramadhan/17/06/23/orzovw-zakat-seperti-sabun-untuk-pembersih-jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*