Solidaritas dan Humanisme, Visi Utama Ditutusnya Rasul *

Sesungguhnya, Allah Swt. menciptakan umat manusia dengan perbedaan suku dan bangsa agar mereka dapat saling mencintai satu sama lain, dan bukan sebatas kenal-mengenal. Karena, meskipun di dalam al-Qur’an disebutkan: “Dan Kami telah menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal.” namun tujuan sesungguhnya adalah agar mereka saling mencintai. Tak kenal maka tak cinta, kata mereka. Maka Allah Swt. memerintahkan kita saling mengenal tiada lain agar pada ending-nya nanti kita dapat saling mencintai satu sama lain. Tanpa kenal-mengenal, maka takkan ada cinta dan takkan ada ikatan persaudaraan yang kokoh.

Selain agar dapat saling mencintai, kenal-mengenal juga bertujuan agar kita dapat meningkatkan kesadaran bahwa orang-orang di sekitar kita adalah para manusia, di mana manusia merupakan ciptaan Allah yang dimuliakan-Nya, sebagaimana firman-Nya: “Dan Kami telah memuliakan anak Adam (manusia).” Maka sebagai seorang muslim yang mengaku mencintai Allah Swt. haruslah membuktikan cintanya itu dengan mencintai pula karya-karya (ciptaan)-Nya, lebih-lebih ciptaan atau karya yang paling dimuliakan-Nya, yaitu manusia.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang tujuan Allah mengutus beliau di muka bumi. Beliau menjawab: “Untuk tujuan dikokohkannya persaudaraan (solidaritas), dihargai dan dipeliharanya nyawa/darah manusia, ditebarkannya keamanan dan ketertiban, dihancurkannya berhala-berhala, serta disembahnya Allah tanpa disekutukan dengan sesuatu apapun.” Bila direnungi hadits ini, maka ditemukan bahwa tujuan disembahnya Allah diposisikan pada urutan terakhir, sehingga prioritas diutusnya Rasulullah Saw. dengan agama Islam yang dibawa beliau adalah demi solidaritas, humanisme dan keamanan. Artinya, seorang muslim dan hamba Allah yang sejati alias betul-betul muslim dan hamba Allah adalah orang yang mampu membuktikan keislaman dan kehambaannya itu dengan menjunjung tinggi solidaritas, humanisme dan keamanan.

__________________

* Disampaikan dalam kegiatan Temu Racana Pramuka Perguruan Tinggi Ketiga (TRP2T III) dengan tema “Menumbuhkan Solidaritas dan Karakter Humanis dalam Pramuka di Era-4.0” yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan Lombok Timur 13.097-13.098 Pangkalan Universitas Hamzanwadi di Musholla al-Abrar Pancor pada tanggal 7 Februari 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*