Sayidina Abu Thalib Ra. *

Tidak sedikit dari umat Islam bahkan ulama-ulamanya berkeyakinan bahwa Sayidina Abu Thalib paman Rasulullah Saw. sekaligus ayah Sayidina Ali adalah salah satu penghuni neraka karena tidak sempat bersyahadat semasa hayatnya. Padahal, Sayidina al-Abbas yang juga paman Rasulullah Saw. pernah mengutarakan kesaksiannya bahwa Sayidina Abu Thalib pernah mengucapkannya sebelum meninggal dunia.

Adapun hadits yang menyebutkan: “Ayahku dan ayahmu di neraka“, maka tidak memaksudkan ayah kandung beliau yakni Sayidina Abdullah Ra. melainkan paman beliau yaitu Abu Lahab. Pasalnya, kata ayah dalam bahasa Arab acapkali dimaknai paman, sebagaimana dalam al-Qur’an disebutkan: “Dan ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar.” Kata ayah dalam ayat ini tidak bermakna ayah kandung, melainkan paman (sebagaimana diterangkan oleh Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi dan ulama-ulama tafsir lainnya). Begitu juga dengan firman-Nya: “Dan Tuhan ayah-ayahmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq“, padahal ayah kandung Nabi Ya’qub hanyalah Nabi Ishaq, adapun Nabi Ibrahim adalah kakek beliau, sementara Nabi Ismail adalah paman beliau. Menunjukkan bahwasanya kata ayah berlaku juga untuk paman maupun kakek.

Maka demikian pula yang dimaksud dengan kata ayah dalam hadits di atas bukanlah ayah kandung, melainkan paman. Dan paman dimaksud adalah Abdul Uzza alias Abu Lahab dan bukan Sayidina Abu Thalib Ra. (sebagaimana dijelaskan oleh Sayid Yusri Rusydi al-Hasani dan ulama-ulama penting lainnya).

Selebihnya, dalam masalah ini sangat dianjurkan menelaah kitab Asna al-Mathalib fi Najat Abi Thalib karya Sayid Ahmad Zaini bin Dahlan. Semoga bermanfaat!.

__________________

Disampaikan di Musholla al-Abror Pancor Lombok Timur pada tanggal 10 Juni 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*