Sayid Muhammad Amin Kutbi dan Perkembangan Tarekat di Indonesia *

Sayid Muhammad Amin Kutbi al-Hasani adalah ulama terkemuka Makkah (wafat tanggal 4 Muharram 1404 H.) yang bermazhab Hanafi dan salah seorang guru favorit TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid (Pendiri Nahdlatul Wathan). Beliau juga merupakan mahaguru spiritual bagi banyak ulama kelas dunia, sekaliber Syekh Muhammad Yasin al-Fadani, Prof. Dr. Sayid Muhammad Alawi al-Maliki dan lain-lain. Bahkan, Sayid Muhammad Amin Kutbi juga dikenal dengan julukan Quthbu Zamanih (Wali Kutub Pada Zamannya), karena tidak hanya ahli di bidang sastra Arab maupun ilmu-ilmu keislaman, melainkan juga guru terdepan di bidang tasawuf dan hakikat.

Sayid Muhammad Amin Kutbi memiliki garis keturunan yang bersambung hingga junjungan alam, Rasulullah Saw. melalui jalur Imam al-Hasan As. sebagaimana halnya Sayid Alawi Abbas al-Maliki al-Hasani. Keduanya pun dimakamkan berdekatan di kota suci Makkah. Di antara mahakarya Sayid Muhammad Amin Kutbi paling fenomenal adalah Nafh ath-Thib fi Madh al-Habib yang sangat padat dengan syair-syair pujian istimewa nan luar biasa kepada sang dato’ beliau, Baginda Rasulullah Sayidina Muhammad Saw.

Salah satu karamah yang menjadi bukti kesufian dan kewalian serta kepedulian Sayid Muhammad Amin Kutbi terhadap spiritualitas umat Islam di dunia, tak terkecuali Indonesia, adalah apa yang dikisahkan dalam situs resmi Nahdlatul Ulama, yakni titah beliau kepada Dr. KH. Idham Chalid sewkatu bersama di Makkah: “Idham, thariqah di Indonesia akan maju dan berkembang bila nanti dipimpin oleh seorang habib yang bernama Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.” Maka sepulangnya dari Makkah, Kiai Idham bertemu dengan Habib Luthfi dan bersalaman dengan durasi yang lama tanpa berkata-kata, tapi Habib Luthfi bersuara berulang-ulang: “Insya’Allah, Pak Kiai, saya laksanakan!.”

Hal itu membuat hadirin yang melihat pemandangan itu terheran-heran. Selidik punya selidik ternyata keduanya berkomunikasi batin. Kiai Idham berkata: “Habib, nanti kamu yang melanjutkan thariqah!.” Habib Luthfi pun menyahut: “Insya’Allah, Pak Kiai, saya laksanakan!.”

Habib Muhamamd Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya sendiri adalah seorang ulama terkemuka asal Jawa Tengah yang juga merupakan keturunan Rasulullah Saw. namun melalui jalur Imam al-Husain As. Saat ini, beliau khusyu’ mengimami seluruh tarekat sufi (sebanyak 44 thariqah mu’tabarah) se-Indonesia, sebagaimana wasiat sang Wali Kutub Tertinggi Pada Zamannya, yakni Sayid Muhammad Amin Kutbi al-Hasani al-Makki al-Hanafi. Semoga Allah melimpahkan keberkahan beliau-beliau kepada kita semua. Amin ya Rabbal ‘alamin.

_____________________
* Disampaikan di Musholla al-Abror Pancor Lombok Timur pada Minggu malam, 13 Januari 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*