Haul Imam Yusuf an-Nabhani *

Hari ini, 9 Ramadhan 1440 H. bertepatan dengan haul ke-50 Imam Yusuf an-Nabhani. Seorang ulama terkemuka Palestina dan pemuja Nabi luar biasa yang pernah menimba ilmu di al-Azhar Mesir dan meninggal dunia pada tanggal 9 Ramadhan 1350 H. (90 tahun yang lalu). Beliau wafat mewariskan karya-karya agung tentang sang insan termulia nan teragung, Rasulullah Saw. Hampir-hampir seluruh waktu beliau dihabiskan semata-mata untuk menunjukkan ketergila-gilaan kepada Baginda Rasul. Bahkan lukisan terompah Baginda pun tak luput dari pujian beliau.

Literatur mengenai keagungan sosok Rasulullah Saw. pusaka Imam Yusuf bin Ismail an-Nabhani hingga detik ini terbilang paling kaya dan terunggul. Antara lain berjudul: al-Anwar al-Muhammadiyyah, Syawahid al-Haq, al-Burhan al-Musaddad, ash-Shalawat al-Alfiyyah, al-Fadha’il al-Muhammadiyyah, al-Majmu’ah an-Nabhaniyyah, Jawahir al-Bihar, Hujjatullah ‘ala al-‘Alamin, Sa’adah ad-Darain, Shalawat ats-Tsana’, Majmu’ Arba’inat, Afdhal ash-Shalawat, al-Ahadits al-Arba’in, Wasa’il al-Wushul, al-Asma, Hizb al-Istighatsat, Ahsan al-Wasa’il dan masih banyak lagi karya-karya berharga lainnya tentang keistimewaan Sang Junjungan Alam Semesta Saw.

Imam Yusuf bin Ismail an-Nabhani telah menerima sejumlah thariqah dari para ulama sufi, yakni Thariqah Rifa’iyah, Thariqah Khalwatiyah, Thariqah Idrisiyah, Thariqah Syazuliyah, Thariqah Qadiriyah dan Thariqah Naqsyabandiyah.

Dalam buku Hizib Nahdlatul Wathan, TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid menyebut beliau dengan: “al-Imam al-Muhaddits al-Qadhi, Guru dari guru-guru kami, Yusuf an-Nabhani.”

Berikut ini terjemahan salah satu syair gubahan Imam Yusuf bin Ismail an-Nabhani tentang keagungan gambar terompah Rasulullah Saw. Semoga Allah meridhoi dan semakin meninggikan derajat beliau, Amin!.

“Terompah Baginda di atas kepala jagat raya,
Bayangan keagungannya mengepung alam semesta.
Di puncak Sinai, Musa diperintah ‘tuk lepaskan sendalnya,
Sedang Baginda, di atas Arsyi berpijak dengan kedua terompahnya.
Gambar terompah utusan tersayang-Nya,
Seluruh bintang ingin turun diinjaknya.
Tujuh langit cemburu pada tanah yang dipijaki,
Mahkota-mahkota kerajaan turut beriri hati.
Lukisan terompahnya sungguh tanpa bandingan,
Sebagai celak mataku nan tebarkan ketenangan.
Sekedar gambar tapi agungnya tiada tara,
Segenap kepala ingin menjadi kaki baginya.
Andai gemerlap dunia menakutkan hidupku,
Cukuplah lukisan terompah sebagai pelindungku.
Terompah terukir indah mempesona,
Penawar ampuh segala gundah dan nestapa.
Kuwakafkan khidmatku untuk ukiran terompah,
Agar dunia akhiratku bersemi penuh berkah.
Pelayan terompah, betapa Ibnu Mas’ud berbahagia,
Pelayan gambarnya, hamba turut bergembira ria.”

Selanjutnya, unduh salah satu mahakarya Imam Yusuf an-Nabhani yang sangat recommended, yaitu Jawahir al-Bihar fi Fadha’il an-Nabi al-Mukhtar (1664 halaman) di: https://ia801901.us.archive.org/16/items/alnabahani/jawaher.pdf

_____________________________
* Diposting di Facebook pada 9 Ramadhan 1440 H./14 Mei 2019 M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*