Engkau Bebas Selagi Tak Menindas *

Bolehkah kami mengenal nama dan asal anda?
Abdul Aziz asal Indonesia.
Selamat datang di Mesir. Maaf, waktunya kami ambil sedikit untuk bertanya seputar hubungan intelektualisme antar negara. Bolehkah?.
Silahkan!.
Sebagaimana kita ketahui, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin pesat. Kebebasan berpendapat juga bertambah mekar, namun bila dibarengi fanatisme buta dan mendiskriminasikan pendapat orang lain maka hal itu sangatlah tercela. Bagaimana menurut anda?.
Kita semua sangat menjunjung tinggi kebebasan, baik dalam berpendapat, berbuat, berkata, berpikir, berakidah, bahkan beragama sekalipun, namun kita juga wajib menyadari ketetapan Tuhan bahwa perbedaan adalah suatu keniscayaan. Dari itu apabila kita tidak menghargai pendapat orang lain maka otomatis kita tidak menghargai ketetapan Tuhan. Sebuah kaidah yang harus kita pegang dalam hal ini adalah “Kamu bebas selagi tak menindas”.
Apakah anda menemukan sikap saling menghargai tersebut di Mesir?.
Iya. Saya berharap juga pasca revolusi kebebasan yang tak melampaui batas itu benar-benar terwujud dengan sebaik-baiknya.
Apakah fanatik terhadap pendapat diri sendiri lebih menonjol di bidang pengetahuan umum, atau politik?.
Saya rasa fanatisme dalam dunia perpolitikan lebih nampak dan tentu lebih negatif, karena susah lepas dari kepentingan-kepentingan pribadi.
Adakah persamaan intelektual antara warga Indonesia dan Mesir?.
Pasti ada, karena kami datang belajar di Mesir, maka tentulah banyak yang diserap lalu selanjutnya ditularkan di negeri kami.
Menurut anda bagaimana langkah-langkah mengikis penyakit fanatisme?.
Dengan ilmu. Semakin meluas wawasan kita maka semakin toleran lah kita terhadap semua pendapat yang ada, khususnya pendapat-pendapat yang berdiri atas pondasi yang jelas.
Terima kasih atas waktunya. Kami sangat senang atas pertemuan ini.
Terima kasih kembali kepada anda dan semua pemirsa.

__________________________

* Wawancara Saluran Pertama Telivisi Mesir di Cairo International Book Fair (pemeran buku di Kairo), 4 Februari 2012. Ditayangkan pada tanggal 12 Februari 2012 pukul 03:00 AM waktu Kairo.

2 Replies to “Engkau Bebas Selagi Tak Menindas *”

  1. Assalamualaikum Ya Ustadz…
    melihat tulisan2 yg ada di blog antum sungguh sangat inspiratif .
    kalo ane lihat2 kondisi perpolitikan di mesir saat ini lewat media2 masa di indonesia sangat beragam, akan tetapi yg ane baca selama ini sebagian media Indonesia lebih pro terhadap Calon Presiden dari IM : Dr. Mursyi,tapi kalo ane liyat dari Status2 antum di FB sepertinya lebih pro terhadap Capres dari Nasionalis: Syafiq, yg menurut media yg ane baca syafiq itu mantan PM Mesir yg tidak jauh beda dengan pemerintahan Husni Mubarok yg terkenal otoriter, yang ingin ane tanyakan..Kenapa antum lebih memilih Syafiq sebagi Presiden mesir, padahal beliau itu dari kalangan nasionalis (Yang menurut pandangan ane hanyalah boneka AS dan Israel), kenapa tidak memilih Capres dari IM ajja yang tentunya sudah jelas2 memperjuangkan kebangkitan islam di mesir..?
    Mohon jabawannnya 🙂
    * dan ane sangat berharap antum bisa menulis di Blog antum tentang pesta demokrasi di mesir, supaya kami bisa mengetahui yang sebenarnya, tidak hanya mendengar dari satu sisi saja.
    Syukron 🙂
    Wassalam
    From : Seruni Selong Indonesia

  2. hampir 3 tahun lebih saya menjadi sihabagean daripada keluarga besar PERMATA di Mu’tah, Jordan. Selamaa0itu juga lah tempoh saya menadah telinga mendengar isu yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*