Nice Birthday
Tuesday 15 Mei 2012

New Job in Indonesian Embassy - Cairo
Monday 23 April 2012

Dewan Juri Cerdas Cermat Bahasa Arab Internasional
Wisma Nusantara Cairo, 26 Maret s/d 1 April 2012

Album Soulfly Yang Kedelapan "Enslaved" Telah Rilis !!!
Selasa 13 Maret 2012

1. Resistance.
2. World Scum.
3. Intervention.
4. Gladiator.
5. Legions.
6. American Steel.
7. Redemption of Man By God.
8. Treachery.
9. Plata O Plomo.
10. Chains.
11. Revengeance.
12. Slave.
13. Bastard.
14. Soulfly VIII.

Jalan-Jalan ke Piramid bersama Abang Mimo dan Keluarga
Sabtu 10 Maret 2012

Tata Bahasa Sufi
Telah Terbit oleh BPPNW (Badan Penerbitan dan Penerjemahan Nahdlatul Wathan), Februari 2012

Masuk TV
Cairo International Book Fair, 4 February 2012

Bolehkah kami mengenal nama dan asal anda?
Abdul Aziz asal Indonesia.
Selamat datang di Mesir. Maaf, waktunya kami ambil sedikit untuk bertanya seputar hubungan intelektualisme antar negara. Bolehkah?.
Silahkan!.
Sebagaimana kita ketahui, perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin pesat. Kebebasan berpendapat juga bertambah mekar, namun bila dibarengi fanatisme buta dan mendiskriminasikan pendapat orang lain maka hal itu sangatlah tercela. Bagaimana menurut anda?.
Kita semua sangat menjunjung tinggi kebebasan, baik dalam berpendapat, berbuat, berkata, berpikir, berakidah, bahkan beragama sekalipun, namun kita juga wajib menyadari ketetapan Tuhan bahwa perbedaan adalah suatu keniscayaan. Dari itu apabila kita tidak menghargai pendapat orang lain maka otomatis kita tidak menghargai ketetapan Tuhan. Sebuah kaidah yang harus kita pegang dalam hal ini adalah "Kamu bebas selagi tak menindas".
Apakah anda menemukan sikap saling menghargai tersebut di Mesir?.
Iya. Saya berharap juga pasca revolusi kebebasan yang tak melampaui batas itu benar-benar terwujud dengan sebaik-baiknya.
Apakah fanatik terhadap pendapat diri sendiri lebih menonjol di bidang pengetahuan umum, atau politik?.
Saya rasa fanatisme dalam dunia perpolitikan lebih nampak dan tentu lebih negatif, karena susah lepas dari kepentingan-kepentingan pribadi.
Adakah persamaan intelektual antara warga Indonesia dan Mesir?.
Pasti ada, karena kami datang belajar di Mesir, maka tentulah banyak yang diserap lalu selanjutnya ditularkan di negeri kami.
Menurut anda bagaimana langkah-langkah mengikis penyakit fanatisme?.
Dengan ilmu. Semakin meluas wawasan kita maka semakin toleran lah kita terhadap semua pendapat yang ada, khususnya pendapat-pendapat yang berdiri atas pondasi yang jelas.
Terima kasih atas waktunya. Kami sangat senang atas pertemuan ini.
Terima kasih kembali kepada anda dan semua pemirsa.
(Akan ditayangkan di siaran pertama televisi Mesir pada tanggal 12 Februari 2012 pukul 03:00 AM)

Kembali