Salut Pada Tom Hanks
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.

Kepada aktor terbaikku, Tom Hanks, saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya karena telah melahirkan film-film berkualitas yang menyirat banyak motivasi serta nilai-nilai perjuangan, kesabaran dan tawakal. Khususnya film Forrest Gump (1994), Cast Away (2000) dan The Terminal (2004). Ketiga film itu telah berhasil menggado-gadokan semua rasa tumplek jadi satu; sedih, lucu, bingung, senang, marah, penasaran, sebel, kecewa, ceria, dan rasa-rasa lainnya. Dan yang pasti, nonton ketiga film itu benar-benar asik dan banyak menuangkan pelajaran bermakna buat kehidupan manusia.
Film Forrest Gump (1994) menceritakan tentang seorang pria bernama Forrest Gump dengan IQ di bawah rata-rata plus mental yang cukup lemah dan abnormal. Forrest Gump berasal dari sebuah keluarga yang berantakan dimana orangtuanya bercerai dan ibunya memiliki hubungan lagi dengan pria lain. Forrest sering dilecehkan dan dijauhi kawan-kawannya, namun meski demikian sialnya, ia telah berhasil menjadi tentara, jendral, juara lari, juara pingpong, pebisinis udang, dan tanpa sadar ia telah merubah dunia!.

Forrest dikirim ke Vietnam, disana ia menjadi seorang yang sangat berjasa dalam peletonnya dengan kemampuan lari cepatnya. Ia menjadi juru penyelamat banyak tentara yang terluka dan juga menolong komandannya, sehingga dia menerima Medali Kehormatan Kongres atas kepahlawanannya.

Selanjutnya, iapun menjadi atlet tenis meja yang terkenal dan membawa negaranya ke ajang internasional dalam sebuah pertandingan melawan tim Cina. Dan meski ia masih dikategorikan idiot, ia dikaruniai seorang putra yang jenius dan luar biasa!.

Itulah Forrest Gump yang bodoh dan lugu, namun ketulusan dan kebersahajaan hatinya mampu membuatnya jaya dan sukses melebihi kesuksesan siapa saja!. Film ini agak konyol namun cukup mengharukan dan yang pasti penuh inspirasi. So, amat recommended untuk ditonton!.
Adapun film Cast Away (2000) mengisahkan seorang eksekutif di perusahaan jasa raksasa Federal Express (FedEx). Meskipun gila kerja, ia tetap memiliki impian untuk hidup berkeluarga. Sebelum perjalanannya meninjau cabang FedEx di suatu negara, ia melamar tunangannya. Sayang ia tidak berhasil kembali lagi untuk menunaikan janjinya. Pesawatnya mengalami kecelakaan dan ia terdampar seorang diri di sebuah pulau terpencil selama 1500 hari tanpa setitik harapan untuk dapat kembali lagi!.

Karena empat tahun terdampar ditemani sebuah bola voli bernama Wilson, ia telah mahir menangkap ikan dengan kayu tajam, membuat api secara tradisional, dan terbiasa hidup dalam kesendirian. Tapi dengan menempuh banyak resiko melalui perjuangan yang luar biasa dan penuh kesabaran serta ketabahan, ia berjuang untuk kesekian kalinya agar dapat kembali ke New York. Ia membuat sebuah rakit dari kayu dan dengan bantuan angin, rakit tersebut berayun dan membawanya kembali ke peradaban manusia yang sebenarnya, kemudian menjumpai orang-orang yang telah meyakini kematiannya, tak terkecuali kekasihnya!.
Selanjutnya, film The Terminal (2004) yang tak kalah uniknya bercerita mengenai seseorang yang terjebak di terminal bandar udara internasional Amerika Serikat. Ia tidak diperbolehkan memasuki Amerika Serikat karena negaranya belum diakui, dan pada waktu yang sama ia tidak dapat kembali ke negara asalnya karena revolusi sedang berlangsung hangat-hangatnya.

Mau tidak mau ia harus tinggal lama di bandara sambil menunggu nasib dengan segala kepasrahan yang ada. Ia tidak pandai berbahasa Inggris, ia tidak mambawa uang secukupnya, bahkan mata uang yang ia bawa belum beradaptasi di Amerika. Ia tak punya teman yang sebahasa, iapun tak diberi hotel ataupun kamar kecil ala kadarnya. Lapar pun begitu sering ditahannya!.

Selama berminggu-minggu di bandara, ia akhirnya menemukan banyak kenalan dari pekerja-pekerja yang ada; dari India, Spanyol dan negara-negara lainnya. Iapun memperoleh bermacam pekerjaan sederhana untuk menyambung hidupnya. Dalam terminal itupun ia melalui sebuah kisah cinta bersama seorang pramugari awet muda. Sungguh banyak petualangan, lika-liku dan perjuangannya selama dalam perut bandara, sampai akhirnya ia -yang sangat lugu itu- berhasil keluar menjalankan misinya ke Amerika, yaitu untuk memenuhi wasiat ayahnya!.

Saya kagum pada ketiga kisah yang diperankan Tom Hanks di atas dengan aktingnya yang sungguh tak ada bandingannya. Ketiga film itu dapat dikategorikan sebagai film-film yang sedih, serius dan jenaka di waktu yang sama!. Seketika saya bercita-cita kiranya semua orang di dunia ini telah menyaksikannya dan memetik banyak pelajaran, hiburan dan inspirasi darinya. Anyway... Salam salut untukmu Tom Hanks. Tuhan memberkatimu sekeluarga!.

Kembali