Percikan Tinta Cinta *
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, MA.

Cinta yang kau muntahkan itu hanyalah hembusan fatamorgana.
Indahnya rayuanmu itu hanyalah lukisan kata-kata.
Namun, aku faham, tanpanya, lidah busukmu hanyalah sia-sia.
Tinta takkan sanggup menggoreskan huruf-huruf cinta... iapun suci dari isyarat bahasa.
Awalnya, tenggorokan berbisik... namun, bibir berpejam mengakhiri segalanya.
Demi cinta... nafas jantungku bersumpah,
Ukiran lisan itu... selusin tong sampah.
Setan pun menjadi saksi kedustaannya.
Tahi pun menjadi aroma tutur gombalnya.
Akhirnya, selaput cinta itu masih perawan... tiada hati mampu menyentuhnya!

_______________________________________________
* Dicipratkan oleh AzIzNaWaDi... teriring segelas tanda tanya !!!

Kembali