Sapa NW di Negeri Sudan
Wawancara bersama Kakanda TGH. Sholah Sukarnawadi, MA.
Sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi saya secara sangat pribadi, karena anda sebagai kakak kandung saya telah berhasil meraih gelar Master of Arts (MA) di bidang dakwah dari universitas Um Durman Sudan. Dan yang lebih membanggakan lagi tentunya ketika anda memperoleh nilai mumtaz. Bisakah anda ceritakan apa perasaan anda sendiri ketika itu (13 Juli 2010)?.
Bayangkan saja tiga bulan hidup di sebuah tempat.
Namanya Sudan yang panasnya sangat menyengat.
Suhunya tidak pernah kurang dari 45 drajat.
Harga barang yang serba mahal membuat hidup hemat.
Dan berjuang keras demi kesuksesan dunia dan akhirat.
Sidang tesisnya berlangsung pada hari yang penuh rahmat.
Hari kelahiran seorang wali besar yang penuh karomat.
Berkat beliau, gelar MA dan nilai mumtaz adalah hasil rapat.
Setelah sidang pun saya menerima banyak ucapan selamat.
Tentu ada rasa lega dan bahagia yang teramat sangat.
Hujan turun, pikiran dan badan pun dapat istirahat.
Itulah perasaanku saat itu hai sodara, hai sobat.
Tema tesis anda sepenuhnya tentang dakwah TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid (pendiri NW) di pulau Lombok. Mengapa anda memilih tema tersebut?.
Pendiri dan warga NW selalu bermunajat.
Semoga nama baik NW tersebar di seluruh jagat.
Setelah 75 tahun usianya sudah lewat.
Ternyata belum juga terkenal di Timur dan Barat.
Di Sudan nama baik NU dan warganya sudah padat.
Sementara nama baik NW dan warganya pun tak terlihat.
Oleh karena itu saya rasa judul tentang NW perlu diangkat.
Agar jasa dan perjuangan pendirinya selalu diingat.
Semoga saja tesis saya bisa bermanfaat.
Bagi saya pribadi dan bagi ikhwan serta akhwat.
Lalu himbauan anda bagi NW kedepan melalui tesis istimewa tersebut?.
Sebagian warga NW kurang mengerti tasawuf secara tepat.
Sehingga banyak yang jadi wahabi dan anti tarekat.
Yang bertarekat pun wawasannya sebatas wirid dan shalat.
Dan ada yang menganggap pindah tarekat itu akan kualat.
Sementara yang pindah ke ajaran wahabi tidak diganggu gugat.
Bahkan sesama mereka saja saling tuduh sesat dan tidak selamat.