Soal Ahmadiyah
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.

Tanya jawab seputar kontroversi Ahmadiyah dibawah ini berlangsung pagi Minggu 29 Juni 2008 bersama salah seorang anggota KMNTB Mesir.

Apa komentar Ustadz Aziz prihal SKB yang ditebitkan trio menteri tentang Ahmadiyah?

Ahmadiyah boleh-boleh saja berkembang di Indonesia dengan catatan tidak menodai ketentraman sosial dan ketertiban umum. Begitu juga yang anti Ahmadiyah diharapkan menjauhi tindakan-tindakan non-toleran terhadap Ahmadiyah. Itu saja komentar saya.

Apakah ustadz membela Ahmadiyah?

Saya membela hak asasi Ahmadiyah untuk hidup di Tanah Air ini dengan aman. Bukan membenarkan ajaran-ajarannya.

Tapi bagaimana tentang keresahan mayoritas umat Islam di Tanah Air ini?

Keresahan itu tidak beralasan, kecuali bila Ahmadiyah melakukan kekerasan atau dakwah secara paksa dan di luar jalur semestinya. Para tokoh Islam yang ada sebaiknya meningkatkan toleransi umat dan mendamaikan masyarakat. Bukan malakukan provokasi.

Lalu apa yang harus dilakukan massa agar tetap tentram?

Urus diri sendiri dan bentengi akidah tanpa harus mengamuk dihadapan orang-orang yang tak sefaham.

MUI menfatwakan kesesatan Ahmadiyah. Komentar ustadz?

Apapun fatwa MUI, perbedaan itu niscaya. Peliharalah toleransi dan kedamaian sesama.

Komentar ustadz tentang tragedi Monas 1 Juni 2008 yang lalu?

Sudah saya tulis secara global di artikel "Mengomentari Tragedi Monas 1 Juni 2008".

Ustadz mengatakan di artikel tersebut bahwa Indonesia bukan negara Islam. Tapi, Pancasila dan UUD '45 berasaskan Ketuhanan YME, dan hukum Tuhan itu Islam!

Justru itu, Islam bukan anti damai. Apa yang dilakukan FPI di Monas justru melanggar hukum Tuhan / Islam!

FPI tidak main hakim sendiri, tapi bagi FPI, penodaan akidah lebih fatal dari sebuah kekerasan!

Penodaan citra Islam dimata dunia apa tidak lebih fatal? Apakah Islam mengajarkan kekerasan dalam menghadapi penodaan akidah tersebut?

Banyak data menyatakan bahwa Ahmadiyah mendahului tindak kekerasan itu sejak puluhan tahun lalu!

Karena itulah hidupkan kembali jiwa toleransi antar sesama. Peace coy! Jangan main kekerasan lagi dong!

Ahmadiyah mengaku beragama Islam. Apa tidak sebaiknya mereka menjadikan Ahmadiyah sebagai agama independen demi terpeliharanya kemurnian Islam?

Loh, itu keyakinan mereka kok. Kita tidak berhak memaksakan kehendak dan kepercayaan siapapun.

Menurut ustadz, seperti apakah dakwah Islam yang tepat?

Dengan hikmah dan mau'izah hasanah. Tentunya dengan konteks tertentu.

Trik mengubah kemungkaran dan mengikis kesesatan yang sudah merajalela di Indonesia?

Dengan tangan, lisan dan / atau hati. Juga dengan konteks tertentu yang belum dijangkau banyak orang! Yang penting tidak menggunakan kekerasan.

Seperti apakah konteks yang ustadz maksud?

Di lain kesempatan insya'allah.

Sikap komunitas tarekat secara umum terhadap pro-kontra yang terjadi ini?

Tidak mau ambil pusing.

Maksud ustadz, kaum sufi tidak perduli sama sekali dengan fenomena sekitar?

Pengaruh ahli tasawuf sangat halus tapi ampuh. Mereka punya jurus dan aksi lain untuk memperbaiki dunia. Lihat saja reaksinya nanti!

Menurut ustadz sendiri, sesatkah Ahmadiyah?

Konteks kesesatan itu beragam. Yang penting saya berbeda dengan Ahmadiyah dan berbeda juga dengan FPI.

Bila massa terus mendesak agar Ahmadiyah dibubarkan supaya tidak lagi terjadi kekerasan?

Semoga Bapak Presiden bisa lebih tegas dan sportif dalam mengatasi kegoncangan ini. SKB trio menteri yang sudah terbit, bagi saya, bukan solusi yang tepat sasaran dan agaknya cukup ngawur. Akhirnya, biarlah Tuhan yang menjustifikasi!

Kembali