Wasiat Syaikh Ibnu Bintil Maylaq Ra. (731-797 H.)
Alih bahasa: Abdul Aziz Sukarnawadi, MA.
Bila wajah gurumu terlihat, nama Tuhan pun kau sebut seketika.
Bila kau senantiasa melihat gurumu, kau kan selalu ceria dan bahagia.
Tuluskan cintamu padanya,
Ketuk terus pintunya. Berdiam terus di kediamannya.
Habiskan usiamu untuk beretika dengannya,
Raihlah intan permata dari sabda-sabdanya.
Awas, jangan sampai berbuat semena-mena,
Tinggalkan apa yang dibenci dan dilarangnya.
Cintailah para pecinta dan pengikutnya,
Lawanlah yang terang-terangan memusuhinya.
Dan ketahuliah bahwa Allah Maha Pelindungnya,
Bila kau tak ikut, maka Allah sudah cukup baginya.
Tempatkan gurumu di posisi setinggi-tingginya,
Jadikan ia kiblat pengagungan, dan teruslah mensucikannya.
Tinggalkan keinginanmu. Pasrahkan seluruhmu padanya,
Menyerahlah selama-lamanya. Jadilah mayat di tangannya.
Tiadakan wujudmu. Jangan lihat ada pengaruhnya,
Biarkan ia menghancurkanmu dan membangun kambali seutuhnya.
Cukuplah bagimu, bila kesempurnaan telah kau lihat padanya,
Karena siapa dulu penyempurnanya? ialah Allah Yang Maha Kuasa.