AzIzNaWaDi di Usia 25
Ngobrol santai bersama Hauna Sakinah dan Adib Amrullah di hari ultah yang ke-25, Jum'at 15 Mei 2009
Hauna (H) : Kak Aziz sekarang sudah berusia 25 tahun. Apa yang Kak Aziz rasakan?!
AzIzNaWaDi (Z) : Merasa semakin tua... hehe.
H : Yeeee... nggak kok... justru makin muda aja! Rahasianya apa? Kok bisa awet muda Kak?!
Z : Ah yang benar aja! Mungkin karena banyak ketawa. Maklum, saya berteman dekat dengan Mas Adib yang humoris dan penuh hiburan.
Adib (A) : Awet muda? Mosok sih? Jangan-jangan Haunanya yang salah lihat! Mata Hauna rabun kali !! Hahahaa...
H : Anyway, setelah berusia 25 tahun dan membuka lembaran hidup baru, apa saja rencana-rencana Kak Aziz kedepan?!
Z : Apa ya? Paling nyelesain program S2 di "American Open University" dan nyari-nyari tema unik buat penulisan tesis. Selain itu, mau lanjutin kursus bahasa Inggris secara lebih serius di "Cairo Institute", mudah-mudahan bisa sampai dapat nilai TOEFL yang signifikan.
H : Amien!. Kenapa gak otodidak aja Kak?!
Z : Kalau saya sudah menemukan tips-tipsnya, maka saat itu juga saya belajar sendiri aja!.
H : Ooo... Tapi Kak Aziz makin kurus aja lho! Apa gak ada upaya-upaya perbaikan gizi?!
Z : Ada juga sih. Insya'allah bulan ini saya mulai aktif fitness di "Healthy Gym" bawah rumah.
A : Sekalian aja mandi hauna, eh, mandi sauna maksudnya, buat ngelembutin kulit!. Eh, tapi... antum yakin dengan fitness bisa tambah gemuk?! bukannya malah tambah kurus !!! Setahu saya, fitness itu kan buat melangsingkan tubuh !!! Aneh-aneh aja antum ini!.
Z : Yeeee.... emangnya antum?! Kalau antum yang fitness buat ngilangin lemak yang kelebihan, tapi kalau saya yang fitness buat ngencangin otot biar berisi dikit ni badan!. Iya gak? Gimana sih?!.
H : Selain nyelesain S2, kursus bahasa Inggris dan fitness, ada yang lain lagi buat mengisi lembaran hidup baru Kak Aziz?!
Z : Ada. Menulis sebuah buku tebal tentang esensi dan urgensi tasawuf dan tarekat, terus menerjemahkan buku-buku para wali terpercaya yang masih langka dan belum tersentuh di Indonesia. Selain itu juga, rencana mau beli gitar akustik dan belajar kilat dari Mas Adib sebelum beliau pulang ke Tanah Air.
H : Ooo... Jadi, musik itu penting dipelajari juga ya?!
A : Ya iyalah... Musik itu tidak hanya sekedar hobi, tapi kita juga harus sadar bahwa musik lah yang mampu merubah dunia dan menciptakan kedamaian tersendiri dalam hati setiap pendengarnya.
H : Maksudnya?!
A : Musik memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang. Bukan hanya itu, musik juga berpengaruh cukup besar dalam upaya-upaya mencapai misi-misi positif.
H : Contohnya?!
A : Sejarah mencatat bahwa Islamisasi di bumi Nusantara menjadi sukses disebabkan kontribusi walisongo yang telah menjadikan musik sebagai salah satu sarana terpenting dalam berdakwah. Kewalian Siti Rabiatul Adawiyah pun menjadi semakin meningkat karena pengaruh musik dan sastra sufi di sekitarnya. Iwan Fals dengan OI-nya juga membuktikan betapa musik berpengaruh besar terhadap perbaikan sosial di Indonesia. Tak terkecuali Habib Luthfi sebagai Ketua JATMN sekaligus Ketua MUI Jateng yang sehari-harinya amat diwarnai musik-musik penyejuk jiwa. Nah, Mas Aziz banyak belajar dari sejarah, makanya tertarik untuk menjadi musisi.
H : Apa jenis / aliran musik yang Kak Aziz suka?
Z : Saya suka musik-musik sufi dan musik-musik jadul seperti Ida Laila, P. Ramlee, Koes Plus, Lilis Suryani, dll. Di waktu yang sama, saya juga amat menggemari dan menjiwai musik-musik cadas beraliran trash metal dan underground seperti Metallica dan Sepultura. Bahkan hampir semua jenis musik saya suka kecuali dangdut, pop (musik mall) dan rock alternatif.
H : Menurut Kak Adib, apakah Kak Aziz punya bakat musik?
A : Yang pasti kakaknya (Mas Solah) jauh lebih berbakat dan lebih berpengalaman.
Z : Ya iyalah. Saya sangat bangga dengan keahlian dan high feeling Kak Solah dalam dunia musik. Ia telah menguasai banyak alat musik; piano, gitar, biola, harmonika, seruling, gambus, dll.
A : Tapi prediksi saya, Mas Aziz mampu mempelajari musik dengan mudah dan cepat karena penangkapannya lumayan bagus disamping minatnya juga cukup tinggi. Dan kita lihat saja nanti!.
H : Oya, mengenai rencana nikah, belum ada juga?!
Z : Kalau rencana sih dari dulu sudah ada, tapi belum ada calon aja!.
H : Ooo... terus, di usia 25 ini, Kak Aziz mau lebih serius mencari atau bagaimana?
Z : Doakan saja semoga cepat dapat yang terbaik!.
H : Kendala selama ini sehingga belum memperoleh calon isteri yang ideal?!
Z : Banyak sebab. Tidak perlu disebutkan!.
H : Katanya, Kak Aziz cukup bergantung pada ramalan perjodohan "Tajul Muluk". Artinya, kalau tidak cocok menurut Tajul Muluk maka Kak Aziz langsung mundur!. Benarkah?!
Z : Ramalan Tajul Muluk hanyalah salah satu ikhtiar, bukan satu-satunya. Buktinya, saya sudah banyak menemukan yang cocok secara Tajul Muluk tapi nyatanya tidak jadi juga. Itu artinya saya masih bergantung juga pada faktor-faktor lain yang tak kalah pentingnya, seperti persetujuan orangtua, keluarga maupun teman-teman dekat saya. Tak terkecuali hasil istikharah. Dan yang lebih penting dari itu semua adalah: kemantapan hati saya.
H : Boleh tau asal muasal dan hukum ilmu ramalan Tajul Muluk?!
Z : Huruf dan angka memiliki keterkaitan abstrak dan rahasia-rahasia mistik yang tidak diketahui selain para wali. Setiap nama manusia memiliki pengaruh yang amat signifikan bagi karakter, watak dan sifatnya. Namun untuk memahami dan menangkap makna serta pengaruh tersebut, disitulah kita merujuk kepada formulasi-formulasi para wali terpercaya tentang hal itu.
A : Namun itu semua tidak bebas dari kekuasaan mutlak Allah Swt. yang mampu merubah dan menetapkan.
Z : Betul, hanya saja kewajiban kita adalah berusaha dan berikhtiar mencari yang terbaik dari segala sisinya (termasuk sisi kecocokan nama). Selanjutnya, terserah Yang Maha Menentukan.
H : Kalau sisi kecantikan?!
Z : Saya sependapat dengan Ustadz Husni Hidayat yang mengatakan: "Bukan titik yang membikin tinta, tapi tinta yang membikin titik. Bukan cantik yang membikin cinta, tapi cinta yang membikin cantik".
A : Wow...!!!
H : Kenapa Kak Aziz sangat pasif berorganisasi dan tak lagi berpartisipasi di KMNTB Mesir dan PwKNW Mesir, padahal Kak Aziz kan orang NTB dan berorganisasi NW !!
Z : Saya dulu cukup aktif di KMNTB; pernah menjadi tim redaksi buletin al-Qalam, anggota Departemen Keilmuan, Ketua Departemen Penerbitan, dll. Di PwKNW lebih aktif lagi, bahkan saya ketua pertamanya dan tergolong 10 orang yang mendirikannya. Nah, pertanyaanya apakah saya harus selalu aktif jadi pengurus di kedua organisasi itu saja setiap tahun sepanjang hidup di Mesir?! Kan gak harus begitu?! Sekali-kali dong aktif di dunia lain bersama orang-orang lain dan dengan hasil yang juga lain daripada yang lain!.
A : Hemat saya, soal aktifitas sehari-hari itu mah sepenuhnya bergantung pada kebutuhan intelektual, emosional dan spiritual seseorang itu sendiri. Mungkin Mas Aziz merasa lebih banyak mendapatkan wawasan dan pengalaman bermanfaat dari selain kedua organisasi itu! Ya udah, masak mau dipaksa aktif di situ-situ juga?!
H : Harapan Kak Adib untuk Kak Aziz di usia 25 kedepan?!
A : Saya berharap kedepan beliau semakin baik, semakin sehat, semakin ganteng, semakin cerdas, semakin maju, semakin gemuk, semakin dewasa tanpa kehilangan lelucon dan kesantaiannya, semakin sukses intelektual dan spiritualnya, semakin beruntung nasibnya dan cepat menemukan jodohnya!.
H : Kesan terhadap perayaan ultah Kak Aziz yang ke-25 ini?
Z : Alhamdulillah sukses. Dimeriahkan puluhan ikhwan dan akhwat Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Indonesia dan Malaysia di Mesir. Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh ikhwan yang telah melakukan insyad ramai dan hadlroh dzikir untuk mendoakan saya. Special thanks juga buat akhwat yang telah menyiapkan kue ultahnya. Dan terima kasih yang paling istimewa untuk Mas Adib, Mas Ipank, Mas Husni dan Mbak Hauna atas layanan konsumsi dan dekorasinya. Semoga Tuhan dan para kekasihNya senantiasa menaungi dan memberkati kita semua dari dunia sampai akhirat, Amien!.