Ghaib *
Alih bahasa: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.

Murid: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Guru: Wa'alaikum minallahissalam.
Murid: Maulana Syekh, adakah selain Allah yang mengetahui ghaib?
Guru: Tidak ada.
Murid: Terus?
Guru: Gak ada terus, kamu nanya, aku udah jawab!
Murid: Sepertinya saya salah nanya! Saya tidak tahu bagaimana bertanya dengan benar, dan ini kelebihan saya!
Guru: Itu kelebihanmu, lalu apa kekuranganmu?
Murid: Aib-aib saya diketahui Allah dan ditutupi orang-orang shalih.
Guru: Kalau ingin bertanya tentang ghaib, pertanyaannya jangan seperti itu!
Murid: Saya tahu kalau pertanyaan yang benar dapat mengundang pemahaman yang benar, dari itu ajarilah saya bertanya dengan benar!
Guru: Katakanlah: Adakah macam-macam ghaib? Apakah Allah membukakan sebagian ghaibNya kepada sebagian ciptaanNya?
Murid: Orang sejahil saya mana mungkin bertanya setepat itu!

Guru: Ketahuilah, ghaib itu hanya bagi hamba saja, bagi Tuhan tidak ada yang ghaib, karena Ia Maha Mengetahui dengan mutlak. Adapun selainNya, maka berbeda-beda pengetahuannya antara ghaib dan syahadah, ada yang tahu, ada yang tidak tahu, dan seterusnya.
Murid: Sepertinya Allah menghendaki agar hati saya tenang dan jiwa saya tentram, saya sungguh dungu tentang ghaib, saya sulit memahaminya, tapi saya berambisi dan tergesa-gesa untuk mengetahuinya.
Guru: Kamu kesini mau mendengar atau mau bicara?
Murid: Maaf, silahkan Maulana yang berbicara.

Guru: Ada ghaib yang disebut ghaib syahadah, ada lagi ghaib iradah, ghaib iman, ghaib muhammadi, dan terakhir ghaib mutlak.
Murid: Wow, ini baru dan asing... saya belum pernah dengar sebelumnya.
Guru: Kamu mau mengetahui yang belum didengar atau mau mendengar yang sudah diketahui?
Murid: Sekali lagi maaf Maulana. Apa itu ghaib syahadah?

Guru: Kalau di kantongmu ada sesuatu dan kamu mengetahuinya sementara orang di sampingmu tidak tahu, maka bagi kamu barang itu disebut syahadah, dan bagi orang itu disebut ghaib. Jenis ghaib ini ada di semua manusia, bahkan binatang pun tahu, seperti anjing polisi, atau sebagaimana kata orang: anjing dan kuda dapat mengetahui akan terjadinya gempa. So, ini dinamakan ghaib syahadah.

Murid: Lalu apa itu ghaib iradah?
Guru: Terdapat sebagian kelompok yang heran ketika membaca ayat "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi", mla'ikat lalu berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah?". Dari mana mala'ikat itu tahu sementara hanya Allah yang mengetahui kejadian di masa depan? mereka menafsirkan bahwa Allah telah menciptakan sejumlah manusia sebelum Nabi Adam lalu dimusnahkan karena telah membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal, Allah saat itu telah membukakan sebagian ghaib kepada mala'ikat. Ghaib itulah yang disebut ghaib iradah, karena mala'ikat tidak mengetahui ghaib kecuali yang dikehndaki (iradah) Allah saja.

Murid: Lalu apa itu ghaib iman?
Guru: Inilah yang dibukakan kepada para waliNya.
Murid: Para wali mengetahui ghaib?
Guru: Semua mungkin saja terjadi dengan izin Allah, dan mustahil terjadi tanpa seizinNya.
Murid: Contoh?
Guru: Aku beri satu contoh saja, semoga cukup dan kamu bisa faham! Kamu tahu surat al-Kahfi?
Murid: Iya, tahu.
Guru: Disana ada cerita tentang Nabi Musa dan Saidina al-Khidlr, tahu?
Murid: Iya, cerita itu mengisyaratkan hubungann murid dengan gurunya.
Guru: Bukan itu maksudku! Tidakkah Saidina al-Khidlr mengetahui yang ghaib pada perahu dan penumpangnya?
Murid: Iya, tahu.
Guru: Tidakkah ia tahu tentang ghaib pada anak kecil yang dibunuhnya? tentang orangtua dan masa depannya?
Murid: Iya, beliau tahu.
Guru: Dan tidakkah ia tahu tentang ghaib di bawah dinding?
Murid: Cukup sampai disini, saya khawatir pembaca akan jenuh atau tidak cukup dimuat di majalah!
Guru: Jangan potong pembicaraanku... para pembaca di rumah tidak sebodoh kamu... dan tentang muatan di majalah, itu urusan kami, bukan urusanmu!
Murid: Maaf, Maulana.

Guru: Adapun ghaib muhammadi ialah ghaib yang hanya dibukakan kepada Rasulullah Saw. saja. Allah berfirman: "Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang ghaib itu kecuali kepada rasul yang diridhoiNya saja". Ghaib ini juga merupakan derajat Rasulullah Saw. yang tidak diketahui selain Allah Swt. Namun sebagian dari ghaib ini dibukakan Allah kepada yang dikehendakiNya.
Murid: ..........
Guru: Dan perhatikan ayat di atas: "Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang ghaib itu kecuali..." pengecualian dalam ayat menandakan bahwa ketidaktahuan makhluk tentang ghaib tidaklah bersifat mutlak, karena Allah bisa saja memberitahukannya kepada siapa saja.

Murid: Yang terakhir, apa itu ghaib mutlak?
Guru: Inilah yang khusus bagi Allah saja, dan disini tidak ada pengecualian "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah". Hanya Allah yang tahu.
Murid: Pantas saja di awal pertemuan Maulana hanya menjawab "Tidak" ketika saya bertanya "Adakah selain Allah yang mengetahui ghaib?". Mungkin yang Maulana maksud adalah ghaib mutlak.
Guru: Maksudku ghaib mutlak dan semua jenis ghaib yang lain juga, sebab tidak ada yang mampu mengetahui kecuali setelah diberitahu oleh Allah, sebagaimana pengakuan para mala'ikat: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

Murid: Tanpa guru tiadalah ilmu. Hari ini saya sudah belajar bagiamana bertanya dengan benar, karena pertanyaan yang benar dapat setengah jawaban, tapi memahami jawaban dengan benar hanyalah anugerah dari Tuhan.
Guru: Sekarang kamu boleh bilang: cukup sampai disini!
Murid: Mohon ampuni hamba!
Guru: Sudah dimaafkan, dan Aku harap kedatanganmu di lain kali, jangan takut, Tuhan akan mengampunimu.
Murid: Alhamdulillah wala haula wala quwwata illa billah. Wassalamu'alaikum.
Guru: Wa'alaikumussalam.

______________________________________
* Tanya jawab ini diterjemah dari sebuah rubrik rutin "Hiwar ma'a Shahib al-Samahah" majalah Tasawuf Islami Mesir edisi Juli 2004, dan telah dipuplikasikan melalui buletin al-Qalam KMNTB Mesir edisi April 2008.

Kembali