Fitna, Kritik Atas Islam Puritan
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.
Maraknya tindakan anrkisme oleh tangan-tangan puritan berlapis Islam sudah layak ditegur secara tegas. Munculnya film Fitna dengan segala tembakannya tiada lain karena pancingan dari tangan-tangan sangar tersebut. Dari itu peluru Geert Wilders tidak selalu harus disalahkan, sebab ia dungu terhadap esensi ajaran dan tuntunan Islam yang tepat. Selama ini ia hanya menerima suguhan-suguhan beracun tentang Islam, yang menyuguhkannya pun orang-orang Islam sendiri. Tak heran jika Fitna hanya menghimbau "Stop Islamisation" sebab Fitna sekedar bermaksud "Stop Violence". Fitna sebetulnya tidak fokus pada agama tertentu, namun hanya mencoba membela sebuah freedom manusiawi yang kian pudar oleh para teroris bertopeng Islam.
Atas dasar itu, tidak ada gunanya ribut tentang film Fitna, kita harus membenahi kembali keislaman umat dimana-mana, agar dapat kembali ke jalan yang sebenarnya, jalan yang ditunjuki Bagina Muhammad Saw. dan bukan jalan yang dihantui Muhammad bin Abdul Wahhab dan konco-konconya !!
Al-Qur'an, kitab suci pujaan umat Islam, semakin dibenci penganut agama lain. Bukan karena isinya yang banyak menyeru kepada kekerasan, tapi karena pemahaman dangkal umat Islam terhadap kitab mereka sendiri. Begitu juga Nabi Muhammad Saw. semakin disorot jelek oleh pemeluk agama lain, bukan karena ajaran yang dianggapnya kolot dan ekstrim, tapi karena sikap bodoh umat Islam terhadap nabi mereka sendiri. Umat Islam tidak mengagungkan nabi mereka, tidak menghormatinya, tidak menjunjung tinggi derajatnya, dan tidak mengamalkan bahkan tidak memahami dengan benar ajaran yang dibawanya.
Contoh konkrit ketika diceritakan bahwasanya seorang ulama' wahabi ingin mengislamkan seorang pendeta, pendeta itu bertanya: "Menurutmu sejak kapan Nabi Isa dibangkitkan? dan sejak kapan Nabi Muhammad dibangkitkan?" wahabi menjawab: "Isa menjadi nabi semenjak ia lahir sementara Muhammad resmi menjadi nabi sejak berusia 40 tahun", pendeta lalu menanyakan: "Berarti Muhammad kafir selama 40 tahun sebelum dibangkitkan?", "Iya" jawab wahabi tadi. Pertanyaan pendeta berikutnya: "Menurutmu, bagaimana status Siti Maryam ibu Nabi Isa?", "Suci dan disucikan" jawab wahabi. "Lalu ibu Nabi Muhammad?" tanya pendeta, wahabi menjawab: "Si Aminah itu kafir". Pendeta kemudian mengakhiri perdebatan seraya menyimpulkan: "Apakah kamu ingin aku meninggalkan nabi yang sejak lahir jadi nabi dan pindah ke nabi yang kafir selama 40 tahun? dan apakah kamu ingin aku meninggalkan nabi yang ibunya di surga dan pindah ke nabi yang ibunya di neraka?". Wahabi itu diam 1000 bahasa dan gagal upaya Islamisasinya. Bagaimana mereka tidak menghujat Nabi Muhammad sementara kita sendiri menghina, merendahkan dan takut meninggikan derajatnya !!
Bandingkan saja ketika seorang sufi masyhur asal Sudan bernama Syekh Muhammad Utsman Abduh al-Burhani Ra. dijelaskan oleh seorang pastur bahwa Siti Maryam dituduh berzina karena melahirkan tanpa seorang suami, Syekh Muhammad Utsman dengan mudah mematahkan bahwa Siti Aisyah pun dituduh demikian padahal beliau sudah bersuami !!
Dan ketika ulama' teroris menafsirkan ayat 60 surat al-Anfal, mereka menyimpulkan bahwa tindakan terorisme dan ekstrimisme harus ditegakkan dan orang-orang non-muslim harus dibunuh dan dibantai mati-matian. Sedangkan Maulana Syekh Mukhtar al-Dusuqi Ra. memahami sekaligus memahamkan bahwa ayat tersebut tidak bermaksud demikian, namun sebatas menyeru kepada persatuan dan kekuatan ganda serta kesiagaan matang untuk sekedar menakut-nakuti musuh-musuh yang berniat buruk, bukan membunuh yang tak bersalah secara brutal, ekstrim, anarkis dan anti kasih sayang.
Saat ini, kelompok Islam puritan tengah menggembor-gemborkan jihad ashghar (jihad terkecil) dan penerapan hukum Islam di atas permukaan bumi. Mereka lupa kalau Imam Umar bin al-Khaththab Ra. yang sungguh bijaksana itu pernah meng-cancel hukum potong tangan pada masanya. Apakah para fundamentalis pemelihara jenggot zaman ini merasa lebih hebat, lebih berani dan lebih tegas dari Imam Umar bin al-Khaththab?
Yang ingin penulis katakan ialah bahwa umat Islam kini sedang mendapat teguran jelas dari Tuhan. Sebelum melakukan Islamisasi, terlebih dahulu hentikan wahabisasi !! Kita harus menjaga image tentang Islam dan Nabi Islam. Kita harus mempertahankan kewangian nama baik Islam dan Nabi Islam. Kita tidak perlu bertindak bodoh untuk membela agama kita. Karena tindakan goblok itu justru semakin memundurkan dan mencemarkan segalanya. Wala haula wala quwwata illa billah.