Setetes Tinta Tentang Ayahanda
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.

Al-Ustadz Sukarnawadi S.Ag alias TGH. Husnuddu'at, itulah nama ayahanda. Seorang ayah sekaligus guru yang telah banyak memaknai hidup saya. Pintu keberhasilan yang telah dimasuki, hanya beliaulah kuncinya. Do'a, restu dan segala pengorbanannya telah menguburkan beraneka nestapa. Terima kasih tak terhingga kepada orang yang paling berjasa. Walau ananda banyak membuat kecewa, namun percayalah, semua kan berakhir dengan kebahagiaan yang tiada tara. Liku-liku kehidupan selalu ada dihadapan, suratan nasib pun tak kunjung lepas tangan, namun izzah-Nya hanya dipihak yang beriman. Persis seperti yang ayah ajarkan!

Jasa beliau tidak hanya kepada saya dan segenap saudara. Loyalitas beliau terhadap masyarakat pun tak kalah besarnya. Tuan Guru (julukan kiyai di tanah Lombok) itu adalah salah seorang tokoh ulama' Nahdlatul-Wathan, ormas terbesar di propinsi NTB. Bahkan posisi yang beliau duduki di NW adalah sebagai Mustasyar (konsultatif) PBNW. Jauh sebelum itu, walau hanya pria kelahiran 1953 di kampung Batu Bangka Jenggik Lombok Timur, namun selama 10 tahun beliau pernah mengajar di Madrasah Darul-Ulum Makkah sejak tahun 1979 sampai 1990. Sekaligus berprofesi sebagai Pegawai Musim Kantor Haji di Jeddah dan Makkah sejak tahun 1978 sampai 1995. Selanjutnya pada tahun 1996 manjadi Staf Bidang Urusan Haji pada Konsulat Jendral Republik Indonesia di Jeddah, kemudian sebagai Wakil Kepala Daerah Kerja di Makkah. Selama itu membantu Pemerintah Indonesia melalui KBRI Arab Saudi dalam memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia dan mengkomunikasikan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi.

Di tengah-tengah kesibukan yang berwarna-warni itu, kesempatan beliau untuk berkarya tidak pula terlewatkan. Walau hanya menempuh jenjang pendidikan di MI NW Batu Bangka, Madrasah Mu'allimin NW Pancor, MDQH NW Pancor dan Madrasah Darul-Ulum Makkah, namun karya tulis yang telah tersusun melebihi 10 buah buku, baik berbahasa Indonesia maupun Arab. Di antaranya :
1. Meluruskan Bid'ah,
2. Kesaktian Selawat Nabi,
3. Khasiat & Mukjizat Air Zamzam,
4. Membongkar Fitnah dan Penghujat,
5. Puncak Munajat,
6. Likulli Hadatsin Hadits (berbahasa Arab),
7. Tempat-Tempat Mustajab,
8. Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu,
9. Menelusuri Penduduk Langit,
10. Shalahul-Umur fi Tahrimi Raf'il-Qubur, (berbahasa Arab),
11. dan lain-lain.

Drs. H. Taufiq Kamil selaku Kepala BUH KJRI Jeddah pernah menyatakan bahwa: "Kemampuan dan kemahiran seseorang untuk berbicara, tidak selalu diiringi oleh kemampuan untuk menuliskan apa yang dibicarakan, dipidatokan atau diceramahkan. Demikian juga sebaliknya, kemampuan seseorang untuk menulis dan mengarang, tidak selalu diiringi kemampuan dan kemahiran berpidato, berceramah atau berdiskusi. Itulah sebabnya tidak banyak orang yang memiliki kemampuan untuk memadukan kedua keahlian tersebut. Al-Ustadz Sukarnawadi H. Husnuddu'at termasuk salah seorang yang memiliki kemampuan ganda tersebut. Sudah banyak tulisan dan karangan beliau yang telah diterbitkan, baik dalam bentuk buku, naskah atau brosur yang merupakan himpunan, nukilan, ceramah dan tabligh beliau". Demikian ungkap Drs. H. Taufiq Kamil, Kepala BUH KJRI Jeddah, 18 Juni 1997 sebagai kata pengantar buku 'Kesaktian Selawat Nabi'.

Yang membuat ayahanda cukup sukses dan berkharisma, tiada lain karena telah belajar dengan sungguh-sungguh dari para ulama' besar Makkah dan sempat meraih Ijazah Ammah maupun Khashshah dari mereka, semisal Syekh Hasan al-Masysyath, Syekh Zakaria Bila, Syekh Yasin al-Fadani, Syekh Isma'il Zain, Syekh Abdullah al-Ghumari, Syekh Sholeh Idris, Syekh Ahmad Hasan al-Masysyath, Syekh Abdul-Karim al-Banjari, Syekh Muhammad Alawi al-Maliki dan lain-lain. Ayahanda juga merupakan salah seorang dari sekian murid kesayangan TGH. M. Zainuddin Abdul-Majid (Pendiri Organisasi Nahdlatul-Wathan). Beberapa lembar surat di bawah ini adalah tulisan tangan asli, disertai tanda tangan abadi dari al-Marhum TGH. M. Zainuddin Abdul-Majid, teruntukkan secara khusus kepada ayahanda sewaktu masih menuntut ilmu di Mekah dulu :

TGH. M. Zainuddin Abdul-Majid (Pendiri NW)

"Bismillahi wa bihamdih.
Hadiah Qalbiyah khusus = al-Ustadz Husnuddu'at Jenggik di Makkah.
Kepada anakda yang masih cinta kepada kebenaran dan terpelihara dari setan ananiyah -walhamdulillah- semoga seterusnya turun temurun bersih dari ananiyah syaithaniyah, Amien bil-Amin. Fatahallahu alaihi wa ala dzurriyyatihi wa muhibbih, Amien bil-Amin.
Walidukum al-Muhib al-Da'i lakum
".

"Bismillahi wa bihamdih.
Hadiah Qalbiyah khusus untuk anakda / cucunda yang masih jernih bersih qolbu nuraninya al-Ustadz Husnuddu'at Jenggik di Makkah al-Mukarromah. Fatahallahu alaihi futuhal-arifin wa ja'alahu minal-mukhlashin al-maqbulin, Amien bil-Amin.
Muhibbukum al-Da'i bikulli khair
".

"Bismillahi wabihamdih.
Hadiah liwaladina al-Najib al-Ustadz al-Aziz al-Haj Husnuddu'at Jenggik - Bidaril-Ulum al-Diniyah bi'Ummil-Qura. Hafizahullah bi'ahli baitih wafataha alaihim futuhal-arifin wa ja'alahum min ahli al-tamkin, Amien bi-Thaha al-Amin.
Al-du'a' al-du'a' lil-usrah al-zainiyah wa jami' al-nahdliyyin wa al-nahdliyyat wal-muhibbin wa dumtum fauqa ma rumtum.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Wasallimu lana alal-masyaikh wal-thalabah al-kiram.
Walidukum al-Da'i lakum fi kulli an.

Bismillahi wabihamdih.
Hadiah untuk anakda / cucunda al-Ustadz al-Haj Husnuddu'at Jenggik bi-Makkah al-Mukarramah. Fatahallahu alaihi wa waffaqahu lima yuhibbuhu wa yardlah, Amien bil-Amin.
Muhibbukum al-Da'i lakum bikulli khair.

Bismillahi wabihamdih.
Hadiah lihafidina al-Aziz al-Ustadz al-Fadlil al-Haj Husnuddu'at, bimanzil hafidina Muhammad Mahfuz Ruba'i Abdul-Aziz Kelayu -bi-Makkah al-Mukarramah-. Fatahallahu alaihi, Amien.
La tansuna min al-du'a' wal-Fatihah.

Bismillahi wabihamdih.
Hadiah untuk yang tercinta anakda / cucunda al-Ustadz Husnuddu'at Jenggik / Rarang, bi-Makkah al-Mukarramah. Fatahallahu alaihi wa waffaqahu lima yuhibbuhu wa yardlah, Amien bil-Amin.
Muhibbukum al-Da'i lakum bikulli khair
".

Sebagaimana keyakinan umat Sayidina Muhammad Saw. tentang mujabnya do'a para kekasih Allah seperti TGH. M. Zainuddin Abdul-Majid, maka saya sebagai dzurriyah al-Ustadz Sukarnawadi TGH. Husnuddu'at hanya mampu mengucapkan dengan penuh optimisme: "Amien bil-Amin, wal-Hamdulillahi Rabbil-alamin"!

Ayahanda bersama TGH. M. Zainuddin Abdul-Majid (Pendiri Organisasi Nahdlatul-Wathan)

Ayahanda bersama TGH. M. Zainul-Majdi (Ketua Umum PBNW)

Ayahanda bersama Yusril Ihza Mahendra, KH. Abdul-Rasyid al-Syafi'i (Pimpinan Ponpes al-Syafi'iyah Jakarta) dan TGH. M. Zainul-Majdi (Ketua Umum PBNW)

Ayahanda sebagai Da'i

Ayahanda bersama Ibunda (Hj. Zuhriah)

Ayahanda bersama keluarga

Ayahanda bersama Adinda (Jawahir)

Ayah, terus didik nanda, nasehati nanda, pukul nanda, do'akan nanda... ridhoi nanda!
Tuhan, panjangkan usia ayahanda, berkatilah ilmunya, keluarganya... dan hidupnya!

Kembali