Catatan Akhir Tahun 2009
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.

Tahun 2008 yang lalu adalah tahun peristirahatan total bagi saya, alias tahun kemerdekaan dari jajahan-jajahan akademis. Namun pada tahun 2009, mulailah segala aktifitas dan kesibukan, baik akademis maupun non-akademis. Persis seperti yang diramalkan para ahli shio, katanya, tikus di tahun kerbau sangat sibuk dan banyak bekerja keras. Benarkah?. Coba saya ingat-ingat!.

Pada bulan Januari, saya mulai kursus bahasa Inggris di Cairo Institute For Languages Sciences. Sayang, tidak bertahan lama, hampir sampai level 10, sudah mengundurkan diri karena satu dan lain hal.

Pada bulan Februari, aktif menerjemahkan makalah-makalah "Hiwar ma'a Shahib al-Samahah" yang dimuat dalam majalah Tasawuf Islami Mesir, dari edisi Desember 2002 s/d Desember 2004 (26 makalah). Lumayan menguras pikiran, waktu, dan tenaga yang serius.

Pada bulan Maret, terjemahan tersebut berhasil dikodifikasikan dalam sebuah buku berjudul "Dialektika Jiwa bersama Tuan Kebijaksanaan" (episode pertama). Itupun setelah melewati perjuangan yang tak terlupakan bersama para pelaksana kodifikasi (Kak Solah, Mas As'ad, dan Gus Adib).

Pada bulan April, tampil insyad dalam pesta pernikahan dua pasang suami isteri asal Mesir di provinsi al-Buhairah. Dan esoknya memberi kata sambutan mewakili negara Indonesia dalam perayaan maulid Sidi Syeikh Muhammad Utsman Abduh al-Burhani Ra. Acara ini dihadiri oleh Ketua Majelis Sufi Tertinggi Republik Arab Mesir, Syeikh Thariqah Dususqiyah Muhammadiyah, Syeikh Thariqah Rifa'iyah, Pemimpin redaksi majalah Tasawuf Islami Mesir, Wakil Ketua Departemen Agama Republik Arab Mesir, pemuka-pemuka universitas al-Azhar, ulama tasawuf dari Palestina, dan tokoh-tokoh lainnya. Tak terkecuali tamu-tamu istimewa dari India, Kuwait, Saudi, Austria, Malaysia dan Indonesia. Benar-benar berkesan di hati.

Pada bulan Mei, mulai fitness di Healthy Gym dekat rumah. Inipun tak bertahan lama. Hanya setengah bulan saja karena banyak kesibukan lainnya. Dan pada bulan ini, alhamdulillah saya dapat membeli laptop baru model HP Compaq Presario CQ60-215ee. Sayapun mengadakan pesta besar-besaran dalam rangka ultah saya yang ke-25, sekaligus tasyakuran kemenangan ayahanda sebagai Anggota DPRD NTB 2009-2014.

Pada bulan Juni, saya melantunkan insyad yang kedua kalinya di masjid Sidi Mujahid al-Anshari dalam rangka mempringati maulid beliau. Di bulan yang sama, terjadi sebuah pesta dahsyat di kawasan T. Ramlee dalam rangka tasyakuran mobil baru Mas Heru, Mas Apoy, dan Mas Latifi.

Pada bulan Juli, pemilihan Presiden Republik Indonesia dilaksanakan dengan begitu hangat dan menarik perhatian. Tapi saya, seperti biasa, golput!.

Pada bulan Agustus, puasa Ramadan 1430 H. pun dimulai dengan penuh semangat. Sebab, buka puasa pertamanya dilaksanakan bersama akhwat Dusuqiyah Muhammadiyah. Sangat memuaskan!.

Pada bulan September, pesta Nishu Ramadhan berlangsung di padepokan Tarekat Dusuqiyah Muhammadiyah Qonatir. Luar biasa!. Di bulan ini juga, saya meraih ijazah sanad Alfiyah Ibnu Malik dari Institut al-Kibrit al-Ahmar dengan nilai "Istimewa". Acara-acara buka puasa bersama pun silih berganti diadakan di banyak tempat, seperti di rumah Maida cs., di rumah Syeikh Isma'il, dll.

Nah, yang jauh di luar jangkauan kebiasaan pada bulan ini adalah, acara-acara open house semenjak lebaran Idul Fithri. Sungguh meriah serta memuaskan jasmani dan ruhani. Open house pertama dan kedua di rumah saya, ketiga di Suez (sekaligus pernikahan Syeikh Gharib), keempat di rumah Nur Aeni cs. (sekaligus haul Mashiratul Khidmah yang kedua), dan terus disambut oleh pesta-pesta susulan lainnya.

Pada bulan Oktober, setelah melalui perjuangan dan banting tulang yang lumayan, akhirnya Habib Luthfi selaku Ketua Umum Jam'iyah Ahli Thariqah Mu'tabarah Nahdliyah (JATMN) sekaligus Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwsanya Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah telah berstatus mu'tabarah secara formal dan institusional di Indonesia. Pada bulan ini juga, saya turut menyaksikan pertandingan sepak bola (FIFA U-20 World Cup - Final) antara Brazil dan Ghana di Cairo International Stadium. Sayang, Brazil kalah.

Pada bulan November, pesta-pesta open house dalam rangka perayaan Idul Adha pun berlangsung dengan penuh kemeriahan. Pesta sate pertama di rumah saya, pesta kedua di villa Mr. Henry JL., ketiga di rumah Syeikh Sofwat, dan keempat di rumah Mas Agus.

Dan yang cukup membanggakan bagi saya pada bulan ini, ketika kakanda berangkat rekreasi ke Syiria dan Yordania dalam rangka pelatihan kader pimpinan pondok pesantren yang diadakan oleh Departemen Agama. Saya percaya, rekreasinya terlampau indah dan menyenangkan. Good luck!.

Pada bulan Desember, dan juga setelah melalui kerja keras yang amat serius nan panjang, buah tangan saya yang berjudul "Sabda Sufistik" akhirnya berhasil diterbitkan di Mahameru Press Yogyakarta, dan mulai dijual serta diedarkan di pulau Lombok khususnya, maupun di Indonesia umumnya. Semoga bermanfaat dan laris manis!.

Ternyata tahun 2009 memang padat. Jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang jelas-jelas kosong, santai, dan hanya dibumbui perpisahan dan pertemuan dengan kawan-kawan dekat. Di tahun 2009 pun saya bertemu kembali dengan Syeikh Husni dan Syeikh Opi. Di waktu yang sama berpisah dengan Kak Solah, Luqmey, Ghanie, dan Gus Adib. Namun perpisahan yang paling mengharukan terjadi di akhir 2009 (tepatnya tanggal 4 Desember), sang pasak Nusantara yang paling berjasa, sang guru bangsa yang sangat mulia, sang pejuang demokrasi, toleransi dan tenggang rasa, sang ulama kebanggan umat di mana-mana, sang pemuka Islam moderat yang dikagumi seluruh agama, dan mantan presiden Indonesia yang bijak, tegas, dan tidak ada duanya, Gus Dur telah meninggal dunia, selamat beristirahat dan hidup nyaman di sisi-Nya.

Selanjutnya, harapan saya di tahun 2010, saya dapat menyelesaikan penyusunan tesis saya di American Open University. Karena target orangtua adalah, paling lambat tahun 2013 (usia 29), saya sudah menamatkan program S3 dan resmi meraih gelar doktor. Amien!.

Kembali