Catatan Akhir Tahun 2008
Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, Lc. Dipl.

Menurut kalender negeri Cina, saya dilahirkan pada tahun tikus (1984), dan secara kebetulan, tahun 2008 adalah tahun yang juga bershio tikus. Menurut sejumlah peramal, tikus di tahun tikus agak kurang beruntung karena tahun 2008 adalah kurang baik menurut Shinse Aleng dari Cetya Mandala Puja. 2008 cenderung biasa-biasa saja, ekonomi masih terpuruk, bencana alam masih datang silih berganti, dan kesehatan manusia juga tidak begitu bagus. "Layaknya shio tikus yang merupakan nomor awal shio, berarti kita kembali ke awal lagi" kata Shinse.

Menurut ramalan, tikus di tahun tikus akan berjuang mati-matian untuk hal yang baru dirintisnya, namun pasti berhasil. Tikus akan banyak bepergian ke luar kota dan dalam kota. Tikus akan bekerja dua kali lebih keras dari tahun-tahun sebelumnya, namun dengan kuasa dan kebesaran Tuhan, dia yang sempat tersudutkan pasti berhasil.

Ya, itulah kata ramalan. Kalau kata saya, tahun 2008 ini adalah tahun peristirahatan total bagi saya dalam akademis sebelum memasuki program pascasarjana. Tepat tanggal 30 Desember 2007, ijazah Licence al-Azhar sudah di tangan. Namun, meski dikatakan pengangguran, pada tahun 2008 ini saya benar-benar puas menikmati kemerdekaan dari jajahan universitas al-Azhar. Akan tetapi, tanpa disadari, perpisahan dengan al-Azhar itu telah menjadi awal dari banyak perpisahan lainnya selama 2008.

Pada bulan Januari, Soedarjie selaku inspirator dan pengasah imajinasi saya selama ini telah pulang ke Indonesia. Kemudian di akhir bulannya, perpisahan pun terjadi dengan seorang perempuan yang sudah bertahun-tahun di hati.

Pada bulan Februari, kasus paling mengesalkan terjadi di rumah. Saluran WC mampet dan rumah basah oleh banjir sehingga kami banting tulang untuk mengatasinya dan sepakat membeli karpet baru. Namun selanjutnya, kenangan terindah pun mulai tercatat, sambil menunggu lantai kering, kami tiga serangkai (Saya, Adib dan Nabil) bernyanyi dengan penuh improvisasi. Nyanyian-nyanyian tak disengaja itu terekam rapi dan didengarkan selalu oleh banyak orang sampai detik ini.

Pada bulan Maret, saya bahagia sekali karena kakak saya berhasil meraih nilai "Jayyid Jiddan" untuk program Magister Dakwah (pra tesis) di universitas Um Durman Sudan.

Pada bulan April, beberapa hari menjelang maulid Saidina al-Husain, kami trio gila (saya, Adib dan Nabil) berangkat ke istana al-Kirom Buhairoh dengan melalui banyak rintangan. Tidak dapat mikrolet di Abbasiyah, lalu nekad pakai kendaraan umum di Ramses, kemudian tersesat di sekitar jalan al-Tahaddi, akhirnya sampai juga di surga al-Kirom dengan pengorbanan tenaga dan biaya yang lumayan. Saat pulang ke Kairo, jalan tolnya over macet, tapi alhamdulillah tidak ada yang sia-sia. Kami tiba di rumah pukul 3 malam membawa kebahagiaan jiwa yang luar biasa.

Pada bulan Mei, perayaan ulang tahun saya yang ke-24 cukup spesial. Secara surprise, Gani, Mumut, Liya, Rahmah, Maida, Tina dan Jihan datang ke rumah membawa segudang kejutan. Selain kue dan kadonya, kesan, pesan dan harapan mereka juga amat melekat di hati.

Pada bulan Juni, perpisahan masih mengiringi. Umi Bahjah yang sedang hamil pulang ke Indonesia untuk melahirkan anak pertamanya. Akhir Juni pun trio A (Aziz, Adib dan Ahmad Nabil) sudah berkurang. Ahmad Nabil pulang ke Indonesia untuk menjumpai isteri dan anaknya. Namun perpisahan itu disambut dengan penulisan berseri AGT (Aura Gadis Tetangga) yang penuh misteri dan tanda tanya.

Satu peristiwa yang sungguh disayangkan pada bulan Juni adalah tragedi Monas. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi, sebab anarkisme bukanlah ciri khas bangsa Indonesia.

Pada bulan Juli, saya mulai aktif menjadi munsyid di istana al-Kirom dalam rangka maulid Imam Mukhtar, di Nadi Sikkah dalam rangka menyambut perkawinan puterinya, dan di Bab al-Sya'riyah dalam rangka maulid Sidi Tasythusyi.

Pada bulan Agustus, D'Sukma tampil NTQ (Nasyid, Taushiyah dan Qiro'ah) dalam rangka menyambut HUT RI ke-63. Kemudian tour ke Suez untuk ziarah maqam, hadiri pernikahan teman, ke mini zoo, ke pantai, dan bersenang-senang bersama para penjamu sufi yang bertangan mulia dan berhati suci.

Pada bulan September, ceramah Nuzul Qur'an di KMNTB Mesir dan insyad di Qonatir. Bulan Ramadan yang indah dan menyenangkan. Hanya saja sang motivator jiwa (Adib) tak lagi mendampingi. Ia sudah di Saudi untuk mencari pahala dan harta.

Nah, pada bulan Oktober, saya sudah resmi terdaftar sebagai mahasiswa program Magister Ushuluddin di American Open University Cairo. Sudah tidak nganggur lagi. AGT pun telah berakhir dan tamat dengan episodenya yang ketujuh.

Pada bulan November, pertama kali pulang ke Tanah Air semenjak 2002 di Timur Tengah. Meskipun di Indonesia hanya 20 hari, tapi sungguh padat dan penuh kenangan. Di antaranya, mengajar di MDQH (Ma'had Darul Qur'an wal Hadits), IAIH (Institut Agama Islam Hamzanwadi), Ponpes Ridlol Walidan, tanya jawab di radio Hamzanwadi, ceramah di musholla al-Abror Pancor, khutbah jum'at di masjid besar al-Taqwa Pancor, berkunjung ke kantor Gubernur NTB, ke Ponpes Tarbiyatul Banin Cirebon, ke Dar Thariqah Dusuqiyah Muhammadiyah Lombok dan Cirebon, dan lain sebagainya.

Setelah tiba kembali di Mesir, maka pada bulan terakhir di tahun 2008, kembali pula sang penyemangat hidup (Adib) dari negeri tetangga. Roda hidup ini selanjutnya kami putar kembali seperti biasa. Apa yang akan terjadi pada tahun kerbau berikutnya (2009)?

Berdasarkan perhitungan ramalan shio, fengshui dan hongshui, Indonesia pada tahun 2009 akan mengalami banyak musibah dan kesulitan. Pemilu 2009 akan dikelilingi banyak kerusuhan massal. Banyak artis yang akan mengalami masalah. Bahkan ada artis muda yang diramalkan akan bunuh diri. Pelacuran dan Prostitusi mahasiswi dan remaja semakin menggila.

Berdasarkan shio, maka tahun 2009 termasuk kedalam shio kerbau. Diramalkan akan ada banyak perjuangan dan kerja keras seperti kerbau yang dituntut untuk membajak sawah tanpa lelah. Apalagi kerbau tergolong hewan yang mudah sekali untuk dimangsa binatang buas. Namun salah satu keistimewaan kerbau adalah ketenangan yang dipunyainya, karena kesabaran dan keuletan bisa membawa sebuah keberhasilan.

Akhirnya, saya berharap tahun 2009 berjalan baik-baik saja dan Indonesia masih mendapatkan kesempatan untuk bangkit. Pemilu 2009 yang akan banyak menyita perhatian Indonesia juga bisa berjalan normal. Mudah-mudahan Gus Dur tetap sehat, segar dan panjang umur, dan semoga GATARA yang didirikannya menjadi ormas yang berjaya. Tak terkecuali saya, teman-teman dan para pembaca. Allahumma inna nas'alukal khaira kullah, wa na'udzu bika minassyarri kullih. Amien!

Kembali