1001 Alasan Islam Anti Kekerasan *

Tidak sedikit dari umat Islam yang gagal paham terhadap keindahan Islam dan kemudahan hukumnya. Kegagalpahaman itulah yang kemudian melahirkan image negatif bahwa Islam adalah agama kekerasan. Lahirnya Al Qaeda, ISIS dan pasukan-pasukan serupa lainnya adalah buah busuk dari kegagalpahaman tersebut, dan merekalah yang paling bertanggung jawab atas image negatif tersebut. Meski demikian, komunitas Ahlussunnah wal Jamaah sebagai muslim-muslim moderat yang mengerti betul tentang ke-rahmat-an Islam berkewajiban menebarkan pemahaman yang tepat terhadap agama Islam guna membendung maraknya gerakan-gerakan sangar dan mengikis aliran-aliran keras yang semakin fenomenal.

Sebetulnya sangat aneh jika kekerasan atas nama Islam masih eksis di muka bumi. Pasalnya…………..

  1. Rasulullah Saw. selaku nabi umat Islam diutus sebagai rahmat bagi alam semesta dan tidak hanya rahmat bagi umat Islam semata. Dan Rasulullah Saw. adalah suri tauladan bagi umat beliau, sehingga umat beliaupun seharusnya menjadi rahmat bagi alam semesta.
  2. Di dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133-134, disebutkan bahwa ciri-ciri orang bertakwa adalah menahan amarah dan memaafkan orang lain. Rasulullah Saw. pun melarang umat beliau untuk marah dan menyatakan bahwa orang kuat sesungguhnya adalah yang mampu menahan emosinya. Marah saja dilarang oleh Islam, apalagi lebih dari itu; semisal memukul, melukai atau membunuh.
  3. Dalam surat al-Anfal ayat 60, Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk sebatas menggentarkan musuh dengan menunjukkan kekuatan yang dimiliki. Tidak lebih dari itu, semisal melukai ataupun membunuh.
  4. Di waktu hijrah dari Makkah ke Madinah, Sayidina Umar menggentarkan para musuh, namun tanpa melukai siapapun dari mereka.
  5. Di masa penaklukan Makkah, Rasulullah Saw. berhasil mengalahkan para musuh tanpa korban satupun, baik korban luka terlebih korban jiwa.
  6. Dalam surat Thaha ayat 43-44, Nabi Musa dan Nabi Harun diperintahkan Allah untuk menghadapi Fir’aun dengan lemah-lembut. Sementara, kita bukanlah nabi, dan target dakwah kitapun tidaklah separah Fir’aun. Maka seharusnya kita berdakwah dengan cara yang lebih lembut lagi.
  7. Dalam banyak ayat-ayat al-Qur’an, perintah kepada umat untuk berperang selalu disyaratkan apabila umat diserang terlebih dahulu oleh para musuh, sehingga umat hanya diperintahkan untuk membela diri dan melawan serangan seperlunya tanpa melampaui batas, sebagaimana tertera dalam surat al-Baqarah ayat 190.
  8. Perintah Nabi untuk berperang demi dakwah pun bertujuan agar mereka (orang-orang kafir) pada akhirnya dapat memeluk Islam, dan bukan agar mereka mati terbunuh begitu saja.
  9. Selama hampir 30 kali memimpin peperangan melawan kaum kafir, Rasulullah Saw. hanya membunuh satu orang saja, yaitu Ubai bin Khalaf. Itupun sesungguhnya Allah lah yang membunuhnya (QS. al-Anfal: 17).
  10. Dalam surat al-An’am ayat 68, Allah mengajarkan, apabila para musuh menghina ayat-ayat-Nya maka hendaklah dijauhi hingga mereka berbicara tentang hal lain. Artinya, tidak diperlakukan dengan keras, melainkan sebatas dijauhi, dan apabila mereka berhenti menghina maka tidak perlu lagi dijauhi.
  11. Dalam sebuah hadits, seseorang dimasukkan ke neraka lantaran ia menyiksa seekor kucing. Dalam hadits lain, seseorang dimasukkan ke surga lantaran ia memberi seteguk air kepada seekor anjing. Lantas apakah manusia lebih hina, sementara Allah telah memuliakannya (QS. al-Isra’: 70)?.
  12. Perintah Nabi untuk membunuh para murtad dahulu kala hanya dimaksudkan mereka yang murtad dalam keadaan melawan Pemerintah (oposisi) serta membuat keonaran dan fitnah di tengah-tengah bangsa.
  13. Sanksi rajam bagi pelaku zina hanya terjadi satu kali di masa Nabi, dan itupun setelah melalui proses peringanan yang panjang bagi si pelaku. Pada akhirnya pun Nabi justru menyanjung taubatnya dan memarahi sahabat yang memakinya.
  14. Di era kepemimpinan Sayidina Umar, sanksi potong tangan atas pencuri tidak diberlakukan, karena merajalelanya kemiskinan. Patut direnungi!.
  15. Dalam kitab Tafsir al-Bahr al-Madid, Imam Ahmad bin Ajibah al-Hasani tatkala menafsirkan surat al-Haj ayat 32 menguraikan bahwa para penguasa zalim pun layak mendapat penghormatan bahkan pengagungan dari umat. Patut direnungi!.
  16. Seorang penulis Mesir bernama Khalid Muhammad Khalid menyebutkan bahwa sanksi-sanksi dalam Islam sesungguhnya diadakan justru agar tidak diberlakukan. Patut direnungi!.
  17. Dan masih banyak lagi bukti dan argumen lainnya bahwa Islam adalah agama cinta, damai, maaf dan kasih sayang bagi alam semesta.

__________________________

* Dipresentasikan dalam acara yang diselenggarakan oleh Nusatenggara Centre di Denggen Lombok Timur pada 19 November 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*